Loading...
Pengembangan Anggur Laut (Caulerpa sp.) Sebagai  Peluang Ekonomi Biru dan Destinasi Ekowisata Bahari di Taman Nasional Wakatobi
publikasi

Pengembangan Anggur Laut (Caulerpa sp.) Sebagai Peluang Ekonomi Biru dan Destinasi Ekowisata Bahari di Taman Nasional Wakatobi

20 April 2026   |   3 Dilihat

La Ode Mansyur, S.Pi., M.Si

Dosen Program Studi : Ekowisata Bahari, Akademi komunitas KP Wakatobi

Kabupaten Wakatobi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia yang memiliki keindahan terumbu karang, kejernihan perairan, serta kekayaan biota laut yang luar biasa. Keistimewaan tersebut menjadikan wilayah ini bagian penting dari Taman Nasional Wakatobi yang terkenal hingga tingkat dunia. Selain sebagai tujuan wisata selam dan snorkeling, Wakatobi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya laut yang berkelanjutan. Salah satunya adalah anggur laut (Caulerpa sp.), komoditas pesisir yang berpeluang dikembangkan sebagai alternatif ekonomi biru sekaligus memperkaya daya tarik ekowisata bahari di wilayah ini.

Berdasarkan hasil analisis pengembangan yang dilakukan oleh Tim Dosen Program Studi Ekowisata Bahari La Ode mansyur, dkk (2025) bahwa anggur laut (Caulerpa sp.), memiliki potensi besar sebagai komoditas yang dapat mendukung konsep ekonomi biru di wilayah pesisir Wakatobi. Ekonomi biru menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam konteks ini, anggur laut menjadi salah satu sumber daya yang memiliki keunggulan ekologis dan ekonomis sekaligus.

Secara ekologis, Caulerpa sp. merupakan jenis rumput laut yang dapat tumbuh dengan baik di perairan dangkal yang bersih dan relatif tenang. Budidayanya tidak memerlukan pakan tambahan maupun bahan kimia sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beberapa komoditas budidaya lainnya. Kondisi perairan pesisir di Wakatobi yang jernih dan memiliki kualitas lingkungan yang baik menjadi faktor pendukung yang sangat potensial untuk pengembangan komoditas ini.

Dari sisi ekonomi, anggur laut memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan, terutama sebagai bahan pangan segar. Teksturnya yang renyah serta rasanya yang segar menjadikannya populer sebagai lalapan, salad laut, maupun pelengkap hidangan seafood. Di beberapa daerah pesisir Indonesia bahkan di negara Asia lainnya, anggur laut telah menjadi komoditas kuliner yang cukup diminati. Hal ini menunjukkan adanya peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir di Wakatobi.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pengembangan anggur laut dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Selama ini, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada aktivitas perikanan tangkap yang sangat dipengaruhi oleh musim dan kondisi cuaca. Dengan adanya kegiatan budidaya anggur laut, masyarakat dapat memperoleh sumber ekonomi tambahan yang relatif stabil dan berkelanjutan.

Selain potensi ekonomi, aspek menarik lainnya adalah peluang pengembangan anggur laut sebagai daya tarik ekowisata bahari. Tren pariwisata global saat ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang autentik dan edukatif. Wisata berbasis aktivitas masyarakat lokal menjadi salah satu bentuk wisata yang semakin diminati.

Dalam konteks ini, kegiatan budidaya anggur laut dapat dikembangkan sebagai bagian dari paket wisata edukasi pesisir. Wisatawan dapat diajak untuk melihat secara langsung proses budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga proses panen. Bahkan, wisatawan juga dapat merasakan pengalaman memanen dan mencicipi anggur laut secara langsung di lokasi budidaya. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi pengalaman unik yang memperkaya ragam atraksi wisata bahari di Wakatobi.

Pengembangan anggur laut juga membuka peluang inovasi produk kuliner lokal. Berbagai olahan berbasis anggur laut dapat dikembangkan sebagai menu khas daerah, seperti salad anggur laut, sambal anggur laut, hingga variasi hidangan seafood yang dipadukan dengan bahan ini. Jika dikemas secara kreatif, produk tersebut dapat menjadi identitas kuliner pesisir yang memperkuat citra Wakatobi sebagai destinasi wisata bahari yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga kaya akan pengalaman kuliner.

Dalam upaya pengembangan potensi ini, peran berbagai pihak menjadi sangat penting. Masyarakat pesisir sebagai pelaku utama perlu mendapatkan dukungan dalam bentuk pelatihan teknik budidaya, pengolahan produk, serta pengelolaan usaha berbasis sumber daya lokal. Pemerintah daerah juga dapat mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan komoditas ini sebagai bagian dari strategi ekonomi pesisir.

Di sisi lain, lembaga pendidikan vokasi seperti Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi memiliki peran strategis dalam mengembangkan riset terapan serta pendampingan masyarakat. Melalui penelitian, inovasi teknologi budidaya, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat menjadi penggerak dalam mengoptimalkan potensi anggur laut sebagai komoditas ekonomi biru.

Melihat potensi ekologis, ekonomi, dan pariwisata yang dimiliki, anggur laut bukan sekadar komoditas rumput laut biasa. Jika dikelola dengan pendekatan yang tepat, komoditas ini dapat menjadi salah satu peluang baru dalam pengembangan ekonomi pesisir yang berkelanjutan. Lebih dari itu, anggur laut juga berpotensi memperkaya daya tarik ekowisata bahari di Wakatobi.

Pada akhirnya, pengembangan anggur laut di Wakatobi bukan hanya tentang meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas, tetapi juga tentang membangun sinergi antara konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Wakatobi tidak hanya dikenal sebagai surga bawah laut, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan sumber daya pesisir yang bijak dan berkelanjutan.

LAPOR! AKKP Hebat